Gelang

202 Kata
Aku terbangun saat suara ayam jantan berkokok, rasa dingin menyelimuti diriku semua karena aku tidur tanpa selimut dan dilantai yang keras. “Uh..” Pinggangku terasa sakit, aku tidak pernah tidur diatas tempat yang keras tetapi malam ini aku tidur diatas lantai beralas tumpukan karton dan kain terpal. Aku mencari sosok Ethan yang sudah menghilang di saat aku terbangun. Semalam bukanlah mimpi, aku bisa melihat piring dan gelas kotor yang semalam kubawa untuknya. Semalam bukanlah mimpi karena aku masih bisa merasa bibirku menebal karena ciuman. Ciuman yang terjadi bukan karena sebuah perasaa cinta tetapi sebuah ciuman impulsif. Aku menjambak rambutku sendiri, merasa begitu bodoh dengan diriku sendiri. Kebiasaanku adalah melihat pergelangan tanganku untuk melihat waktu, tetapi aku sadar jika semalam aku datang tidak mengenakan jam tanganku hanya saja aku melihat benda berkilauan lainnya di pergelangan tanganku. Sebuah gelang berwarna perak melingkar di pergelangan tanganku, gelang rantai dengan batu kristal berwarna putih. Tidak mungkin berlian, tidak mungkin untuk sebuah pertolongan sederhana pria bernama Ethan itu memberiku sebuah gelang berlian yang harganya pasti sangat mahal. Aku segera bangun membereskan gudang untuk menghindari kecurigaan dari penghuni panti lainnya, aku juga harus menyimpan gelang yang dia titipkan. Aku akan menganggapnya sebagai titipan, bukan bayaran apalagi pemberian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN