Bab 46

1161 Kata

Rumah adalah istana, tempat perhentian untuk segala kondisi. Tapi mengapa Shara malah tertekan batin waktu sampai disana. Tak ada senyuman di wajahnya. Dia ngambek, bete dan pengen memaki-maki. Sayangnya, ada Mahera disana, eyang terseram sepanjang masa. “Kamu ngapain aja selama di Jakarta? Sok-soan mau kuliah? Kau kira bisa lulus dengan mudah tanpa campur tangan keluarga?”ucap Mahera dengan ketegasannya. “Ma, jangan keras-keras sama Shara. Dia baru sampai dan lihat, badan mudah capek gini.” “Itu kemauan dia sendiri Arini. Buat apa naik gunung? Bikin capek aja. Untung kamu balik dengan selamat, kalau engga keluarga bisa malu.” Shara berusaha menahan setiap kata yang ingin ia keluarkan. Ia ingin sekali membalas neneknya itu. Sudah bau tanah, tapi banyak tingkah. “Katanya kamu punya ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN