Bab 47

1184 Kata

Aroma parfum memenuhi ruangan. Jeffrey terbangun di tempat yang bukan Kafe TG. Dia memperhatikan sekeliling, ini adalah kamarnya. Ia bangkit berdiri dan keluar kamar. Dia kan lagi kabur, kenapa malah ada disini? Dan saat ia membuka pintu kamar, ia didatangi adiknya. “Kakek udah nungguin di ruang tamu. Buru gih!” “Kakek? Dek, kenapa aku disini?” “Hmm, aku gak tahu bang. Mungkin kakek mau ngomong sama abang.” Bicara sama bocah emang gak guna. Jeffrey bergegas ke lantai 1. Entah apa yang dipikirkan sama kakeknya. Orang tua malah tersenyum padanya. Sumpah ya, senyuman kayak gini lebih menyeramkan dibanding dia marah-marah. Jeffrey langsung duduk tanpa disuruh. “Kenapa kakek bawa aku kesini? Bukannya udah diusir ya?” “Hahaha, kakek kira bakal mudah bikin kamu menyesal. Ternyata nggak sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN