Shara kira impiannya setelah lulus akan berjalan mulus. Belum kelar menyelesaikan kuliahnya, ia malah didatangi keluarganya sendiri. Dipaksa menikah di umur yang masih mudah. Mereka kira gampang? Urusan hati, mereka memang tak paham. Terlebih wanita tua itu. Eyang yang membuat suasana lebih mistis dibanding ikut acara uka-uka jaman dulu. Tadi pagi, eyang memberikan Shara nasehat panjang kali lebar. Tapi yang masuk ke otak cuma sebagian kecil. Buat apa didengar jika tak sesuai dengan hati Shara? “Ini dimana?”tanya Shara ke Erni yang duduk disampingnya. Erni menyiapkan segala hal untuk Shara. Mulai dari tas, pakaian, sepatu, hingga make up. Shara agak kikuk menerima semua itu, karena sudah dua tahun lebih dia pergi. Ya, sudah lama dia tidak menerima perlakuan istimewa sebagai orang kaya.

