Episode hari baru di royal five academy

360 Kata
Bab 1: Hari Baru di Royal Five Academy Pagi itu, Velmont City tampak seperti biasa—ramai, futuristik, dan tetap terasa seperti mimpi yang belum selesai. Mobil-mobil melayang di udara. Trotoar berjalan otomatis. Tapi yang paling mencolok dari semuanya adalah gedung menjulang di tengah kota: Royal Five Academy. Sekolah elit. Sekolah orang-orang tampan dan cerdas. Sekolah yang katanya cuma menerima lima siswa laki-laki setiap tahunnya—dan satu siswi perempuan pilihan. Tahun ini, nama siswi itu adalah Arshinta Valeena. “Bisa tolong minggir sedikit? Tas Gucci-ku bukan buat diinjak,” ucap Arshinta dengan datar sambil menatap laki-laki yang baru saja menubruknya di gerbang sekolah. Cowok itu menatap dengan bingung. “Eh, maaf… aku nggak sengaja.” Arshinta mengangkat alis. Cowok ini tampak seperti anak magang di dapur restoran cepat saji. Rambutnya acak-acakan, pakai hoodie bolong. Tapi matanya… tajam. Terlalu tajam untuk cowok sembarangan. Rayden. Nama cowok itu akan terus menghantuinya sampai lulus nanti. “Namaku Rayden,” katanya sambil berjalan masuk tanpa pamit. Arshinta mengerutkan dahi. Belum juga sepuluh langkah di sekolah ini, sudah ketemu cowok aneh. Tak lama kemudian, suasana jadi ramai. Satu mobil sport hitam berhenti di depan sekolah. Seorang cowok keluar dengan earphone di telinga, gaya elegan, dan wajah seperti iklan parfum mewah. Leon. Sang cowok misterius yang katanya pernah jadi hacker internasional sebelum masuk sekolah ini. “Siapa dia?” tanya Arshinta pelan pada diri sendiri, lalu senyum kecil. Belum habis rasa kagum, dua motor terbang datang beriringan. Satu dikendarai cowok berambut merah api—Hosea, si anak genius yang katanya bisa membaca pikiran. Satunya lagi si Aven, tipe kalem dan alim yang selalu membawa buku dan senyum sopan. “Selamat datang di tempat penuh drama dan cinta,” gumam Arshinta. Tiba-tiba suasana berubah gelap. Langit mendung, seolah tahu bahwa ada yang tidak biasa hari ini. Dari kejauhan, datang satu pria lagi. Jalan kaki, membawa koper kayu, wajahnya dingin dan tanpa emosi. Kairo. Tidak ada yang tahu dari mana dia datang, tapi semua langsung memberi jalan. Lima cowok. Satu cewek. Dan ini baru awal semester. --- 💬 Kutipan Bab 1: "Kadang cinta tidak muncul di hari pertama. Tapi kebetul an yang aneh? Selalu jadi pembuka kisah."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN