Setelah keluarnya seorang murid dari kelas IPA, sebuah gossip pun beredar jika ia keluar karena Milana yang melakukannya. Beberapa teman dari cewek itu mulai menyerang Milana satu persatu. Bukan serangan secara langsung, melainkan seperti sedang meneror Milana. Mereka mengirim beberapa surat kaleng pada Milana, dan isinya sebuah ancaman atau beberapa hal yang membuat Milana takut. Serangan itu di lakukan tidak hanya di sekolah, asrama juga menjadi tempat ancaman mereka untuk Milana. Dan hal itu sangat mengganggu beberapa dari anggota inti, terutama Theo yang menjadi kakak Milana. “Lu beneran bakal diem aja?” tanya Theo sambil membawa sebuah kain merah dengan bau anyir darah. “I-itu … da-darah … Ka-kak … .” Bugh ... “La!” Niel langsung menangkap tubuh Milana yang kini tidak sadarkan

