Bab. 64

1753 Kata

Reina bergelung di bawah selimutnya yang nyaman setelah kemarin ia pulang larut malam. Matanya masih terpejam rapat, tertutup belek lengket yang menumpuk di sudut matanya. Keira meliriknya sebal. Ia mengacuhkan gadis itu, berpura-pura tuli saat ponsel Reina bergetar di atas nakas. Ia bahkan tidak berminat untuk mengintip nama yang muncul di bagian layarnya. Ia harus menahan dirinya untuk tidak memulai pertengkaran antara dirinya dan Reina. Oleh sebab itu, Keira gegas bersiap untuk turun. Ia memakai pakaian formal untuk bekerja, kemudian merapikan rambutnya serta merias wajahnya. Keira melakukannya dengan pelan agar jangan sampai membangunkan Reina. Ia mematut dirinya di depan cermin untuk terakhir kalinya sebelum keluar. Langkahnya mengayun anggun. Ketukan heelsnya mengetuk lantai di s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN