Reina tersentak kaget oleh dering ponselnya yang menjerit kuat dari samping bantalnya. Ia lupa untuk menon-aktifkan ponselnya saat dirinya jatuh tertidur kemarin malam. Dengan malas Reina menyahut panggilan itu sambil memejamkan mata. Ia bahkan tidak melihat nama pemanggil yang tertera di layar ponselnya. "Ya, halo..." Suara Reina terdengar menyahut dengan malas. "Sedang apa kamu, Rein? Apa kamu masih tidur? Ayo, bangun!" "Apa ini kau, Kei? Ada apa pagi-pagi begini menggangguku?" keluh Reina masih memejamkan matanya. "Apa? Pagi kamu bilang? Ini sudah hampir jam sepuluh pagi, Reina. Ibu yang baik itu tidak bangun kesiangan." Keira mengomel dari ujung sana. Suara helaan napasnya terdengat berat. "Iya, iya... aku tau. Ada apa denganmu? Kenapa aku merasa kalau kau sedang ada masalah? Apa

