Keira menatap gedung berlantai tiga di depannya saat mereka turun dari mobil. Dua buah gedung pertokoan yang telah direnovasi menjadi satu bagian itu terlihat ramai dari luar. Daun pintu serta jendela berukuran besar yang terbuat dari kaca putih transparan, memudahkan mereka melihat ke dalam. Reina yang berdiri di sampingnya pun melakukan hal yang sama. Di bagian depan gedung itu terdapat papan nama sebuah praktek dokter spesialis kandungan. Reina mengkerutkan keningnya saat membaca nama yang tercetak disana. Dokter Steven Tjandra, SpOg. Satu nama yang terdengar tidak asing di telinganya. Begitu pun dengan Pak Abdi. Lelaki tua itu menunjukkan reaksi serupa saat membaca nama yang tertulis disana. Tangannya segera merogoh dompet dari saku belakang celana panjangnya. Sebuah kartu nama dit

