Bab. 57

1156 Kata

Keira menggerak-gerakkan hidungnya, seperti sedang mengendus sesuatu. Seperti aroma harum yang menggoda liang pernafasannya untuk menghirup lebih dalam. Keira memaksa matanya untuk terbuka lebar. Gadis itu sebenarnya sudah bangun sejak Alex datang ke tempat itu. Tapi Keira memilih untuk kembali tidur akibat kepalanya yang masih terasa pusing dan berdenyut. "Apa kau sudah bangun, Keira? Alex datang dan memesankan makanan untuk kita. Kau pasti sudah lapar," celoteh Reina. Ia berniat membangunkan Keira, tetapi kakaknya itu sudah bangun lebih dulu dan duduk di tepi ranjang. Keira memutar lehernya, melemaskan otot leher dan pundaknya. Tangan kanannya ikut mengusap tengkuk hingga bahu untuk membantu melemaskan syaraf di area tulang selangkanya. "Apa kepalamu masih sakit?" Keira mengangguk.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN