Merebut Istri Orang?

1716 Kata

“Kenapa?” Tanya Airlanda yang menatap balik ke arah Amanda. “Tidak apa-apa.” “Aku serius mengajakmu menikah,” ujar Airlanda. Gadis menoleh ke arah pria yang mengajaknya berbicara. Ternyata dia tak salah dengar. Tapi bagaimana mungkin dia tahu kalau beberapa saat lalu dia memikirkan pria itu? “Apa kau bisa membaca pikiran orang?” tanya gadis itu. Airlanda tertawa mendengarnya. Tawa renyah pria itu membuat Amanda terpesona. Padahal wajah pria itu tak setampan Hendra. Tapi entah mengapa wanita itu lebih terpikat dengan pesona Airlanda yang memiliki bekas luka di wajahnya. “Aku bukan cenayang. Hanya saja semua terlihat jelas di wajahmu,” kekeh pria itu. Amanda menundukkan wajahnya, menyembunyikan rona merah yang menghiasi pipinya. *** Malam harinya, sesuai dengan kesepakatan, Airland

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN