Nampaknya Sella salah sangka jika mengira Rishan sudah lengah. Badannya yang kembali dikungkung dengan tubuh besar Rishan membuat wanita itu terengah menahan napas. Dia merasa kecolongan karena menganggap Rishan sudah berada dibawah kendalinya. “Kamu nggak akan bisa lolos malam ini dari saya!” tekan Rishan dengan mata yang memerah. Kilatan antara amarah dan nafsu lebih mendominasi membuat Sella merinding dibuatnya, apalagi ketika kulitnya merasakan sentuhan halus dari tangan besar milik Rishan di sekitar perutnya semakin membuat Sella menegang di tempat. Dia ingin menyingkirkan tangan sialan itu, tapi dia juga merasakan kenyamanan yang baru saja dia rasakan. Rasa asing yang menjalar sampai ke tulang rusuknya. Dia mengerjapkan bola matanya ketika bibirnya kembali dibungkam. Kali ini deng

