RENCANA PERJODOHAN

1097 Kata

“Tidak ada syarat lain?” tanya Rishan meraup wajahnya gusar. Dia menatap wanita di depannya yang sedang membereskan meja rias. “Gampang saja, lagipula saya hanya ingin memiliki kegiatan. Pilihannya hanya satu, di kantor atau toko bunga.” Hembusan napas kasar keluar begitu saja dari mulut Rishan, tanpa mengatakan apapun pria itu melenggang pergi meninggalkan istrinya seorang diri. Selepas kepergian Rishan Sella berdiri. Dia memandang dirinya di depan meja rias. Menyingkap sedikit bajunya yang sudah nampak buncit. “Sayangnya Mama sehat-sehat, ya.” Dia tidak tahu, tapi entah mengapa Sella merasa tidak ingin terlalu bergantung kepada siapa pun. Dia hanya ingin mempersiapkan dirinya lebih cepat. Tidak tahu kenapa, tapi hatinya selalu resah. “Turun, yuk! Ngapain di kamar aja, sih?” c

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN