Tatapan mata itu mengunci pergerakan Sella, dia tidak bisa menghindar lagi karena di hadapannya kini sosok singa yang sesungguhnya. Tidak ada lagi yang bisa menyelamatkan dirinya dari amukan Rishan. Itulah yang terbaca di wajah Agnes. Gelengan kepala Agnes membuat Sella mendesah panjang. “Mati gue!” Tautan tangan itu semakin mengerat di kedua sisinya. Sella enggan menatap pria di depannya. “Keluar!” Agnes buru-buru membawa langkah kakinya keluar kamar rawat inap Sella membiarkan temannya itu dirundung singa seorang diri. Selepas kepergian Agnes Rishan mendekati ranjang Sella. Menyejajarkan tingginya dengan badan Sella yang berbaring. “Ngomong sekali lagi.” Namun, tidak ada tanggapan dari Sella. Dia menatap sembarang arah, baginya sosok Rishan yang berada di depannya bukanlah y

