GUE MAU PISAH, BOLEH NGGAK?

1026 Kata

Bulu mata lentiknya terbuka secara perlahan. Tangannya yang tertusuk jarum infus bergerak dengan perlahan. Bola mata indah itu menatap jari-jemarinya yang digenggam oleh tangan kekar seseorang. Dia Rishan Diantoro yang sedang tertidur berbantalkan lengan kecil milik Sella. Jemari mereka saling bertautan. “Dia di sini selama ini? Gue kenapa?” batin Sella. Jarinya yang terlilit selang infus terangkat memijit keningnya pelan. Rasanya pusing, tapi akan lebih pusing lagi jika dia harus berhadapan dengan pria di depannya ini yang masih terlelap. “Mati gue!” ratap Sella memejamkan matanya erat. Dia enggan bangun jika tatapan pertama kali yang dia dapatkan adalah sosok Rishan. “Sell?” panggil Agnes di depan pintu. Sella mengira Rishan, tapi ternyata ... syukurlah. Dia bisa bernapas lega

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN