Zaid setia memandang wajah sang istri. Setelah pergulatan panjang yang tidak bisa dia tahan sama sekali apalagi sang istri seperti memancing-mancing dirinya. Sebagai laki-laki normal yang sudah menikah tentu Zaid tidak bisa menahan hasratnya sendiri. Namun apa yang dia lakukan di terima baik oleh sang istri. Diba juga merindukan sentuhannya. Mereka melakukan hubungan suami istri setelah shalat subuh, Zaid sudah bertanya apakah Diba lelah? Apakah Diba akan kuat? Ternyata dengan malu-malu Diba menginginkan nya juga. Zaid tidak akan bisa menahan dirinya sendiri. Mereka menghabiskan waktu yang panjang. Bahkan sudah jam sebelas siang, Diba masih terbaring dengan menutup mata. "Yang..." panggil Zaid sambil mencolek pelan pipi Diba. Sebenarnya Zaid tidak tega membangunkan Diba, namun sang istr

