Sudah hampir seminggu Diba berada di Jepang, dan Dia sama sekali belum pernah keluar dari tempat tinggal sang suami. Zaid seperti mengurung dirinya di dalam kamar, menghabiskan waktu bersama dengan kenikmatan. Namun pagi ini Diba mengibarkan bendera penolakan untuk berada sepanjang hari di rumah tersebut. Tidak mungkin jauh-jauh ke Negara sakura hanya berada di dalam kamar, setidaknya dia ingin melihat bagaimana suasana di negara tersebut. "Nggak mau di rumah aja, mau keluar pokoknya!" ujar Diba sambil memukul ranjang. Zaid padahal tengah memejamkan mata. Apakah dia tidur atau tidak? Diba tidak peduli. "Mas.... Jangan pejamin mata, Adek tahu kalau Mas nggak tidur." Zaid mengerjap, dia membuka mata dengan kedua sudut bibir terangkat ke atas. Jelas saja sejak shalat subuh Diba sudah meren

