Di tolak

1089 Kata

Rasanya Diba ingin tertawa sekuat-kuatnya. Ketika empat temannya lulus untuk bisa magang pada start Up pilihan. Sedangkan Diba tidak ada sama sekali yang menerima dirinya. Lucu kadang, dia sudah mengajukan lamaran magang beserta portopolio yang memang tidak seberapa tetapi di tolak. Diba akui skill yang dia punya hanya biasa saja. Tetapi tidak adakah yang merasa semangat berkobar Diba untuk bisa berpartisipasi pada perusahaan mereka. Apakah Diba menangis? Jelas saja menangis. Terserah orang mau bilang dia cengeng atau bagaimana. Dia sudah mantap dan yakin akan ada perusahaan start up yang menerima dirinya, namun hasilnya zonk. Diba belum menceritakan penolakan di perusahaan terakhir yang dia ajukan lamaran kepada sang suami. Saat tiga perusahaan menolak Diba dan memang Diba menyampaik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN