Diba mulai terbiasa dengan keadaannya sekarang, dia sudah mulai masuk perkuliahan. Semester baru tentu saja lebih susah dibanding semester sebelumnya. Seperti biasa Diba mengambil 24 SKS supaya semester delapan nanti dia hanya fokus pada skripsinya saja. Semester ini juga mereka mulai mencari tempat-tempat untuk praktek kerja lapangan atau biasa di sebut magang. Diba sudah mendapat list perusahaan start up yang ingin dia ajukan surat lamaran untuk magang. Awalnya Zaid mengusulkan untuk Diba magang di perusahaan start Up kenalannya, namun Diba menolak keras. Dia ingin berusaha sendiri. Perusahaan start Up biasanya menerima mahasiswa magang bukan hanya sekedar menerima saja, mereka menyeleksi layaknya menerima karyawan untuk perusahaan tersebut. Seperti biasa, Diba lebih banyak menghabisk

