Zaid sudah sampai di tempat senior yang kebetulan menempuh pendidikan magister di Jepang. Universitas mereka sama hanya saja jurusan yang berbeda. Zaid untuk sementara waktu tinggal di tempat senior tersebut terlebih dahulu sebelum mencari tempat tinggal baru untuknya. Zaid pasti akan sibuk mengurus segala dokumen yang diperlukan untuk pendidikannya. Beruntung Zaid bisa menggunakan bahasa inggris, jika saja tidak maka dia akan kesusahan di negera tersebut. Berkali-kali Zaid takjub dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Tidak ada polusi, banyak orang berjalan kaki dan naik sepeda. Kebalikan dari tempat asal Zaid. "Baju lo nggak dikeluarin?" tanya seniornya bernama Rifal. "Enggak usah dah Bang, besok pagi rencanannya gue mau cari tempat tinggal." Zaid ingin tinggal sendiri

