Pulang dari bandara, Diba langsung di antar ke rumah. Papa metua dan juga Mbak Ratih sudah menawarkan untuk ke rumah mereka tetapi jawaban Diba tetap sama seperti pertama yaitu tidak dulu. Diba membuka pintu dengan perasaan canpur aduk. Dia merasa sangat kesepian, biasanya Diba sampai ke rumah akan di sambut dengan Zaid. Namun untuk beberapa bulan atau waktu yang tidak di tentukan maka tidak ada lagi sambutan dari sang suami. Belum lama Diba di rumah, mobil Renal dan juga Caca datang. Diba mencoba untuk menampilkan senyum agar tidak ada satupun yang tahu bagaimana perasaannya. "Berdua aja?" tanya Diba kepada dua orang bersaudara itu. "Iya, jangan galau galau gitulah Dek," ujar Renal sembari menyemangati. Diba hanya tertawa, tidak ada respon apapun yang dia lakukan. "

