Berpisah

2132 Kata

Murung rasanya Diba seharian ini. Dia hanya bisa menatap koper, tas dan tiket sang suami dengan perasaan campur aduk. Hari esok Zaid akan melakukan perjalanan ke Jepang untuk melanjutkan pendidikan. Segala macam sudah Zaid persiapkan dengan matang. Pesawat akan take off pada jam 08.00 pagi. Diba dengan perasaan yang amat berat membantu mempersiapkan segala keperluan sang suami. "Kalau murung gitu gimana Mas bisa pergi Yang?" Diba seharusnya kuat dan menahan perasaan sedihnya agar tidak memberatkan sang suami untuk pergi. Zaid ke sana bukan untuk bersenang-senang ataupun pindah, di sana dia hanya sementara untuk menuntut ilmu. "Nggak bisa kalau senyum Mas," balas Diba seadanya. Dia sudah melipat baju sang suami di dalam koper sejak dua hari yang lalu. Zaid duduk di hadapan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN