Sebastian membuka matanya dan melongok ke sekitar. Lucy tak terlihat dimanapun. Bahkan makanan yang kemarin dibawakan masih ada di tempatnya. Ia dihadapkan dengan kekecewaan bahwa wanita itu tak mau menemuinya. Rasanya ia malas untuk bangun, jadi lelaki itu hanya memutar tubuhnya untuk menghadap ke tembok. Ia membelakangi pintu dan memasang wajah masam. Bagaimana bisa wanita itu sekalipun tak menjenguknya? Setelah ia menggantikan Sebastian baju, lalu apa? Ia hanya pergi begitu saja? "Tak seharusnya aku tidur," gerutu lelaki itu menyalahkan dirinya sendiri. Lucy sudah menyalakan harapan dalam diri Sebastian dan wanita itu memadamkannya dengan lambat. "Apa karna ia masih marah padaku? Apa aku terlihat kurang tulus? Tak seharusnya aku melukai Lucy sedalam itu." Sebastian beranjak bangun

