Hal pertama yang Luciana lakukan saat mengetahui Sebastian berada di penginapan ini adalah masuk kembali ke dalam kamarnya. Ia mencuci muka beberapa kali di atas baskom hingga lantainya basah saat kedua tangan Lucy yang gemetar memegang tepian baskom hingga seluruh jarinya memutih. Jantungnya bertalu, berdebar cepat sehingga ia takut jantungnya akan keluar dan melompat ke lantai Semua perasaan berkecamuk dalam dirinya sehingga ia tak bisa memutuskan apa yang harus ia pilih. Berbagai pertanyaan muncul di pikirannya, mulai dari sejak kapan lelaki itu sakit, kenapa wajah Sebastian seperti itu dan apa yang dilakukannya disini? "Tidak, tidak. Aku tak peduli," renungnya pada diri sendiri sebelum menganggukkan kepala kuat-kuat dan meyakinkan dirinya bahwa keadaan saat ini adalah yang terbaik

