Part 42

1170 Kata

Sebastian memacu Qamar saat ia berkeliling di sepanjang jalan. Pria itu langsung berlari ke kediaman milik Dowager Raylin yang berada di sudut kota. Sebastian menatapnya dari kejauhan saat masih menunggangi Qamar. Tak ada keributan yang terjadi ataupun hal aneh di dalamnya. Tak ada gurat cemas atau khawatir sewaktu sang Dowager beserta putrinya berjalan sebentar di jalan petak yang berada di depan rumahnya. Yang menandakan Luciana tak ada disini. "Atau dia belum kemari," cetus lelaki itu sewaktu memijat tengkuknya. Sebastian mendesah, menepuk b****g Qamar dengan tumit kakinya saat berjalan pergi. Wajah pucat Luciana masih terus terpatri dalam bayangannya. Bagaimana lelaki itu dengan sukses menghancurkan hatinya. Menyakitinya dan seakan tak cukup, mempermalukannya. Ia kembali ke jal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN