Kunang-Kunang pada Cahaya

2124 Kata

Cahaya yang begitu silau menusuk pandangan mata Mawar. Ia perlu mengerjap berkali-kali untuk membiasakan diri. Tubuhnya terasa lemah dan sakit sekali. Sedikit saja pergerakan membawa rasa sakit yang tidak main. Seluruh tubuhnya terasa kaku, seakan seluruh tulangnya telah retak semua. Namun ia memaksakan diri untuk duduk.  Mawar mendesah pelan. Setidaknya tidak sesakit sebelumnya.  Kelegaan memasuki dirinya begitu melihat sosok Paul dan Victor. Matanya menatap Paul lurus. "Kau tidak apa-apa?" Suara Mawar begitu serak dan kasar. Tenggorokkannya sakiit sekali ketika digunakan.  Bocah itu bukannya menjawab malah menangis. Bulir-bulir air menuruni pipinya dengan deras dan pipi Paul memerah.  Eh? Apa salahku? Kenapa dia menangis? Paul langsung memanjat tempat tidur dan duduk di sisi Mawar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN