"Semuanya kau masak sendiri?" tanya Verrel sembari menarik kursinya. Angela mengangguk. "Cobalah cicipi rasanya, mungkin tidak seenak restoran tetapi aku berusaha keras membuatnya," kata Angela. Verrel bangkit dari tempat duduknya, ia menghampiri Angela yang masih memakai celemek dapur. Tangan Verrel merangkul pinggang Angela, tangannya terulur ke belakang membuka tali celemek itu. Ia lalu mengecup kening istrinya. "Terima kasih, sayang," ucap Verrel. ** Saat mereka sedang asyiknya menikmati masakan Angela, tiba-tiba seorang asisten rumah tangga tergopoh-gopoh datang menghampiri Verrel. "Ada apa?" tanya Verrel di sela makannya. "Tuan Mark ada di depan," jawab asisten rumah tangga. "Suruh pulang saja," kata Verrel ketus. Angela mengaduk-aduk makanannya. Ia tidak berani melarang t

