Dua Puluh Tujuh

1990 Kata

Kembali lagi di saat Meza baru saja menginjakan kaki keluar dari kelas, Karel sudah berdiri di depan kelas. Walaupun sedikit sedih ketika hanya melihat Karel yang menunggu dirinya, tanpa Juan dan Azriel, ditambah Aldi yang langsung latihan futsal, Meza berusaha tetap terlihat sebahagia mungkin. “Mez, pulang bareng ya hari ini.” ucap Karel memainkan kunci motornya. Meza terdiam, berfikir apa jawaban yang harus diberikan kepada Karel. Sebenarnya, Meza ingin menolak karena Galih sudah berniat main ke rumah nya lebih dulu. Tetapi melihat ekspresi wajah Karel yang jarang sekali terlihat sesegar ini, Meza tahu bahwa ada sesuatu di balik senyum itu. Apalagi akhir-akhir ini ia sudah hampir tidak pernah menghabiskan waktu bersama teman-teman nya. “Mau ke mana emangnya, Rel?” tanya Meza sembari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN