Hari demi hari berlalu, minggu demi minggu, dan Galih masih tidak berhenti-berhentinya melakukan banyak hal yang bisa membuat orang-orang berfikir bahwa dirinya sedang menjalin hubungan dengan Meza. Mulai dari post it yang dititipkan pada setiap guru yang masuk ke kelas, surat-surat kecil yang dititipkan orang-orang yang bahkan tidak Meza kenal, beberapa barang aneh yang ada di kolong meja Meza, sampai kertas yang tertempel di sepanjang lorong sekolah. “Apa alasan lo tiba-tiba ekskul lagi?” “Ngisi waktu luang aja.” “Terus selama ini waktu luang lo emang terisi sama apa?” “Gue enggak pernah ikut ekskul sebelumnya, jadi enggak terbiasa banyak kegiatan.’ Baru tiga hari ini, Meza kembali masuk di ekskul tari tradisional nya. Banyak sekali yang menanyakan selama ini dirinya kemana dan me

