Gak Peka

1706 Kata

Matahari terlihat menyapa bumi dengan sinar terangnya membuat mata mengerjap takut untuk menatapnya langsung. Sinarnya yang menyilaukan mata memaksa setiap insan untuk bangkit dari tempat tidurnya sembari beraktifitas menyambut sang fajar. Pemuda jangkung dengan badan tegap itu terlihat tengah berjalan gontai menuju koridor sekolah sembari menyempatkan membalas senyuman murid perempuan yang menyapanya. Matanya yang beriris cokelat itu mampu membuat siapapun tersihir akan ketampanannya. Bukan hanya itu, otaknya yang cerdas menyokong itu semua membuat kaum hawa bungkam dibuatnya. Namun, siapa sangka pemuda dengan berbagai gudang prestasi itu tak pernah sama sekali menyombongkan diri apalagi merasa paling pintar diantara yang lain. Jujur, ia lebih memilih untuk menjadi sederhana dan biasa-b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN