Hari mulai sore, langit pun mulai menampakan warna jingga diatas sana yang mampu membuat mata sulit berkedip karena mengagumi ciptaan Allah yang indah itu. Pemuda jangkung dengan rambut tebalnya itu terlihat berdiri pada balkon rumahnya sembari menikmati langit sore. Terlihat pemuda itu sesekali menghela nafas panjang sembari memikirkan apa yang akan terjadi besok, lusa dan seterusnya. Ia pun belum tahu, apakah memenjarakan papanya adalah pilihan yang benar atau tidak. Karena di satu sisi, papanya tidak akan pernah menipu ataupun memanfaatkan kepintaran orang lain lagi. Dan di sisi lain, akan ada orang yang terluka karena pilihannya ini, yaitu sang mama. Suara bel dari pintu rumahnya membuat ia tersentak dari lamunannya. Pemuda itu pun beranjak dan melesat menuruni tangga sembari mengke

