Pemuda jangkung itu tengah memasukan alat tulisnya ke dalam tas. Candra dan Bobby yang duduk di belakangnya hanya melirik kecil pada pemuda beriris mata cokelat itu yang sedang buru-buru untuk segera pulang. "Buru-buru bangat Zam, kayak ada anak istri di rumah." Celetuk Candra tak bermutu, Azzam hanya tersenyum samar lalu memakai tas punggungnya dan pamit pergi. "Mau kemana sih dia, buru-buru amat." Bobby hanya mengedikan bahu tidak tahu membuat Candra mendesah kecewa. Azzam terlihat menuruni tangga dengan kaki panjangnya, sesekali ia menghela pelan merasa cemas takut ia terlambat berangkat kerja. Tepukan pelan pada bahunya membuat ia menoleh dan langsung tersenyum melihat Azura sudah mengalungkan tangannya pada lengan Azzam. "Kita makan dulu yuk sebelum lo pulang." Ajak Azura membuat

