Azura terlihat sesegukan di atas mejanya dalam keadaan wajah telungkup. Gadis itu masih setia menangis walau dengan mata tertutupnya. Alvaro yang baru masuk kelas jadi menautkan alis dan mendekat cepat padanya. Tangan pemuda itu tergerak menyentuh lembut kepala Azura dan memangkup pelan wajahnya, melihat bagaimana gadis itu masih sesegukan membuat Alvaro tak tega. "Azura...heh Azura...bangun! Lo kenapa? Azura!" Ujarnya sembari memukul pelan pipi gadis itu yang masih basah. Perlahan Azura membuka mata, melihat Alvaro di hadapannya membuat ia kembali menangis membuat pemuda itu jadi panik. Intan yang baru masuk kelas langsung menggeplak kepala Alvaro kasar membuat pemuda jangkung itu meringis sakit. "Lo apain Azura, huh?" Omelnya lalu berusaha menenangkan gadis itu yang masih menangis, A

