Double Duka

1710 Kata

Malam semakin larut, hujan pun terlihat turun dengan derasnya membuat Azzam mengerjap sayu merasakan kelopak matanya memberat. Ia menghela pelan sembari memijat tubuhnya sendiri merasa pegal karena lelah bekerja. Pemuda itu hendak berbaring namun getaran ponselnya membuat ia mengurungkan niatnya. Alisnya terangkat sembari menatap layar ponsel jadulnya itu. Tertera nama ayahnya disana membuat ia mengerjap pelan. Kenapa juga beliau harus menelepon Azzam malam-malam begini? "Assalamu 'alaikum yah, kenapa telepon malam-malam begi--" "APA?!" Pekiknya kaget sembari bangkit dari tempat tidurnya, pemuda itu langsung mematikan panggilan membuat sang ayah berdecak lirih di seberang. Azzam sudah kalang kabut sampai lupa menutup pintu rumahnya. Hujan yang begitu derasnya tak ia hiraukan lagi, tuju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN