Pemuda beriris mata cokelat itu pun terlihat mendesah pelan sembari masih menatap lurus Azura yang masih tertidur dengan sesekali mengigau takut. Azzam sedari tadi malam tidak bisa untuk hanya sekedar memejamkan matanya. Ia kepikiran dengan Azura yang masih saja sempat menangis ketakutan. Pemuda itu sudah mengabari kedua orang tuanya kalau Azura baik-baik saja dan untuk sementara waktu menginap di tempatnya. Azzam mendekat saat Azura terlihat bergerak kecil dengan sesekali meringis, ia menjulurkan tangan sembari menempelkan punggung tangannya pada kening Azura. "Ya Allah lo demam," Ujarnya sembari mengangkat tubuh sang adik, kepala Azura ia bungkus dengan kemeja hitamnya karena ia sama sekali tidak memiliki kerudung cadangan. Dengan menggendong tubuh mungil adiknya, pemuda jangkung it

