"Saat Ibu tau, Ayahmu menikah lagi dan memiliki satu orang anak, Ibu kecewa. Sangat kecewa." Ibu mulai bercerita, tapi entah mengapa Maira merasa jantungnya berdegup tidak karuan. Apakah ia akan kembali dibuat terkejut dengan kenyataan yang belum diketahuinya saat ini? "Ibu begitu mencintai dan percaya pada Ayahmu, sampai suatu hari Ibu tau bahwa ada wanita lain di hatinya, Ibu marah. Sangat marah. Tidak hanya marah, tapi juga kecewa yang berkepanjangan." Ibu menghela lemah, sepertinya luka di dalam hatinya belum juga kering. Karena masih terlihat jelas luka dalam sorot mata Ibu. "Berulang kali Ayah meminta maaf dan mengakui kesalahannya, tapi semua itu tidak lantas membuat hati Ibu membaik. Ibu justru semakin membencinya dan juga istrinya, yaitu Tara. Ibu merasa begitu dikhianati."

