Satu bulan berlalu tanpa ada kabar bagaimana nasib Ibu saat ini. Maira masih tinggal bersama Paman dan beberapa pelayan lainnya. Mansion yang ditinggali Maira saat ini sangat sepi, seperti tidak berpenghuni. Bayangkan saja rumah sebesar itu hanya dihuni oleh dua orang dan beberapa pelayan saha. Maira merasa hidup terpencil dan tidak memiliki teman. Apalagi dua hari terakhir ini Paman pun tidak menunjukkan diri, yang semakin membuat Maira kesepian. Malam harinya Maira merasakan tenggorokannya kering, sedangkan air di kamarnya habis. Maira berniat untuk mengambil air di dapur. Selain mengambil air minum, Maira pun merasa sedikit lapar. Beruntung ia tidak begitu mengalami kesulitan saat melewati masa-masa hamil muda. Jika sebelum nya Maira sering mengalami mual dan pusing, semenjak tingga

