"Kenapa Jo belum kembali?" Maira menatap ke arah Jihan yang saat itu datang ke kamarnya mengantar s**u hangat untuknya. Setiap malam, Jihan selalu menyempatkan diri untuk membuat atau meminta salah satu asisten rumah membuatkan s**u, entah pagi atau malam. Jihan begitu perhatian. "Tapi dia masih memberimu kabar, kan?" Maira mengangguk, menatap gelas di pangkuannya yang mengalirkan rasa hangat melalui kedua tangannya. "Artinya dia baik-baik saja." Lanjut Jihan. "Untuk saat ini yang dibutuhkan Jonathan adalah kepercayaan dan kamu harus percaya padanya." Maira menganggukan kepalanya. "Ya sudah, minum s**u dan tidur. Kalau butuh apa-apa, kamu tinggal menghubungiku." Maira kembali menganggukan kepalanya. Kondisinya memang semakin membaik, bahkan ia bisa menghabiskan satu gelas s

