Maira sangat gugup. Apalagi saat melihat undangan perayaan ulang tahun yang dipegang Leni begitu mewah berwarna merah marun dengan pita berwarna emas. Dari bentuk undangannya saja sudah menunjukan siapa pemilik acara tersebut, jelas bukan dari kalangan biasa. Levelnya sudah diatas kaya. Maira tidak mencari tau siapa sosok yang merayakan ulang tahun tersebut, Maira tidak tertarik untuk mencari tau, baginya yang lebih penting adalah keberadaan Jonathan dan Maya. Sejak dua hari lalu Jonathan tidak kunjung membalas pesan Maira, bahkan pesan yang dikirimkan hanya centang satu. Ponselnya pun tidak aktif. Semakin sulit saja menghubunginya. "Gugup?" Tanya Leni. Maira yang duduk disamping Leni, di sebelah kemudi, pun menoleh. Leni tampak seperti orang berbeda. Dia begitu cantik dan berkelas.

