“Bagaimana, Bams ... kamu happy nggak hari ini?” Dennis merebahkan tubuhnya dengan kasar di atas ranjang. Ia sangat penat karena seharian menemani suami Juleha itu berbelanja dan jalan-jalan. “Happy dog, Kak ... makasih ya ....” Baru saja Dennis merebahkan tubuhnya, ponselnya tiba-tiba berdering. Ada panggilan dari bos besar pria itu. “Haduh ... baru juga mau istirahat. Mau apa lagi sih si bos ini.” Dennis bergumam pelan. Namun ia tetap mengangkat panggilan itu dengan malas. “Halo, Bos ....” (Hidden voice) “Iya ... iya ... saya segera ke sana, Bos.” Panggilan itu pun terputus. Dennis bangkit dari ranjang dan berjalan mendekati Bams, “Hhmm ... Oiya, kakak mau menemui bos Erwin dulu. Kamu baik-baik di sini. Jangan nakal-nakal ya ....” “Siap, Kak.” Dennis melayangkan sebuah ciuman

