Juleha yang tengah terlelap, tiba-tiba dikejutkan oleh ketukan pintu dari luar. Tidak biasanya malam-malam begini ada orang yang mengetuk pintu ruangan itu. Aku pasti berhalusinasi, gumam Juleha dalam hatinya. Wanita itu pun kembali memejamkan matanya. Namun suara ketukan itu kembali terdengar. “Siapa?” tanyanya tanpa bangkit dari tempat ia berbaring. Juleha tidak mendengar jawaban dari luar. Karena tidak mendapat jawaban, Juleha kembali memejamkan mata. Namun lagi-lagi ia mendengar suara ketukan yang sama. Juleha pun bangkit dengan kesal. Ia membuka grendel pintu dan perlahan ia memutar gagang pintu, menyebabkan pintu kayu selebar delapan puluh senti meter itu terbuka. Juleha kaget karena tiba-tiba Bams yang bertelɑnjang dɑda, sudah berdiri di depannya. Bams sudah memasang senyum ya

