Satu hari telah terlewati, membangunkan cita yang akan dinanti ke depannya. Menyesali perbuatan yang telah terjadi memang tidak ada guna, tapi jangan lupa bahwa dari pengalamanlah semua pembelajaran bisa didapatkan. Seperti halnya air yang mengalir, begitu pula kehidupan yang terus berjalan sampai ajal memisahkan. Hari ini rumahnya kedatangan tamu yang menghebohkan, siapa lagi jika bukan Hania. Sebelum ia memastikan bahwa ini adalah rumah Aleya, Hania berniat mencari tahu dari tetangga sekitar. Setelahnya Hania langsung mengetuk pintu dengan tidak sabaran hingga membuat sang empunya rumah terkejut karena gedoran pada pintunya, Aleya kira diluar sana ada preman atau sejenisnya, ia mengelus d**a ketika melihat Hania yang sedang berdiri dibalik pintu rumahnya sedang b

