22

2161 Kata

Suasana tiba-tiba hening tatkala Hakim Agung mengetuk palu hingga tiga kali, sebagai penanda bahwa Renata dan Pram resmi bercerai, kini hanya tersisa puing-puing masa lalu yang kelak akan menjadi rindu. Para petinggi persidangan yang telah melakukan diskusi kecil sepakat untuk mengabulkan gugatan cerai Pram, tapi dengan syarat pria itu harus mengembalikan harta yang pernah Renata miliki, katakanlah semacam harta gono gini. Renata pun mengulas senyum tipisnya, sangat tipis sehingga orang-orang sampai tak sadar dibuatnya. Wanita itu melangkahkan kaki dengan percaya diri dan juga kepala yang mendongak disertai tatapan tajam nan menghunus. Ia mendekat ke arah Evi dan juga Vera, senyum sinis terukir di sana. "Mantan ibu mertua, jangan senang dulu atas perceraian anakmu denganku, ingat! Kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN