Johan menatap getir surat itu, tangannya bergetar tak kuasa menahan rasa kejutnya. Sedangkan Mikael, pria itu masih diam menunggu aba-aba dari sang tuannya, ia tidak berani bersuara lagi sesaat melihat ekspresi Johan yang mengeras menahan amarah. Ingatannya kembali pada percakapan orangtuanya empat hari yang lalu, dimana Davika dan Peter saling membahas tentang keadaan Johan, disaat itu pula Johan mendengar perkataan Davika tentang kecacatan dirinya. Johan merasa tidak memiliki cacat fisik apapun hanya bisa menautkan alis saking bingungnya, lantas cacat apa yang dimaksudkan Davika? Jika ia langsung memberondong Mamanya dengan pertanyaan, maka Davika tidak akan jujur. Untuk itu keesokan paginya Johan langsung bergegas menuju rumah sakit dimana ia dirawat dulu, ia memaksa para tenaga med

