Akhirnya Anin pulang bersama dengan Aksara dan Felly. Wajah Anin tampak murung karena padahal ia berharap bahwa dirinya bisa di antar oleh Arka, tapi ternyata Arka tidak mau melakukan hal itu. Arka masih belum bisa membuka hatinya untuk Anin dan Anin sangat mengerti hal itu. Ia masih bersabar juga. “Anin, Anin kayak pernah denger deh namanya dia. Tapi dimana ya? Gua yakin banget pernah tahu dia. Tapi kayaknya bukan sama Gale deh. Alih-alih Gale kenapa gua kayak pernah ngelihat dia sama Geri ya. Tapi dimana.” Ujar Vano yang saat ini masih di Caffe sembari memikirkan hal itu. Ia memikirkan semua hal. “Tapi kenapa juga Anin sama Geri. Toh mereka ga kenal...” ujar Vano yang diam selama beberapa saat karena tiba-tiba saja dirinya memikirkan sesuatu. “Atau jangan-jangan emang bener kalau mere

