Bab 6 Mencari tempat tinggal.

461 Kata
# Jangan lupa tap love nya # Aku tiba di Kota Jogja, Kota gudeg, kota pelajar, kota buku, kota wisata, kota Istimewa, kota keraton. Wuih! Banyak banget julukan nya. Kagum! Aku memandang sekeliling ku. Aku mendapat beasiswa dari Universitas ternama. Sebut saja kampus A. Lalu aku bertanya pada seseorang di mana aku bisa mendapatkan kost-kostan deket kampus A. "Maaf mas, mbak! mau tanya tau tempat buat kost gak?" Tanya ku ramah pada orang yang sedang makan di pinggir jalan. "Owh! Mbak mau kuliah di mana? " Seru seorang wanita muda sambil menatap ku dengan serius. "Saya mau kuliah di kampus A, kalau bisa sih yang deket-deket sama kampus A!" Sahut ku pada wanita muda yang sudah selesai makan. "Owh itu ada di sana mbak!" Sahut seorang pria , yang ternyata teman wanita tersebut. Dia berbicara pada ku sambil menunjukkan arah tempat kost itu berada. "Terima kasih ya?. Mbak sama Mas nya! " Seru ku sambil menangkup kan kedua tangan ku di depan d**a ku dan mengangguk dengan sopan. Lalu kedua orang tersebut memberi ku pengarahan aku harus pergi ke mana. Menjelang siang aku sudah berada di depan kost-kostan. Ibu kost memberitahu ku mengenai peraturan yang berlaku di tempat kost ini, salah satu nya bahwa di larang membawa pria ke dalam kamar kost. Aku mengangguk paham! Di antar nya aku ke kamar kost yang akan aku tinggali selama aku kuliah nanti. Aku membuka tas yang berisikan baju-baju ku dan aku taro langsung ke dalam lemari pakaian yang sudah tersedia di kamar kost ku. Lalu aku melihat-lihat kamar kost ku gak terlalu sempit tapi cukup nyaman buat ku. Yang terbiasa di ruangan sempit, mengingat rumah ku yang kecil, sempit dan miskin. Lalu aku keluar dari tempat kost ku untuk mencari pekerjaan paruh waktu. Bertanya kesana kemari, pada akhir nya aku mendapatkan pekerjaan paruh waktu seperti yang ku ingin kan. Jadi pelayan kafe yang tidak jauh dari kampus A ku. Sambil menunggu mulai nya jadwal kuliah, aku sudah mulai bekerja di kafe tersebut. Alhamdulillah! "Orang baru ya?" Tanya seorang pria berusia dua puluh tahun sambil melempar senyum pada ku. Seperti nya dia kuliah di kampus A. "Iya saya baru bekerja di sini." Sahut ku sambil mengelap meja dan menatap pria itu sekilas tersenyum tipis pada nya. Lalu aku menuju ke dapur untuk membawa gelas dan piring kotor ke wastafel dan aku langsung mencuci nya. Rupanya banyak anak-anak kampus A banyak yang datang untuk makan atau pun ???? ??? bareng bersama teman-teman nya. Sungguh ramah nya teman-teman di kampus A dan ramai nya kafe ini. Masa perkuliahan sudah berjalan. Sambil kuliah aku masih bekerja paruh waktu. Dan jika ada sisa waktu aku menerima jasa terjemahan dan juga menulis. Aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu ku begitu saja. Selama ada waktu luang, akan ku gunakan mencari uang!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN