
Di umur yang masih belia, delapan belas tahun, Amara Salsabilla sudah menjadi seorang Ibu muda. Karena menikmati masa-masa remaja, pergaulan bebas menjadi pilihan hidup nya. Bukan salah Ibu mengandung, bukan salah orang tua mendidik, memang pilihan Amara ingin menikmati masa-masa remaja. Hamil di usia remaja akibat pergaulan bebas. Kekasih yang tidak mau bertanggung jawab yang hanya ingin menikmati manis madu tubuh nya Amara. Sang kekasih menginginkan bayi hasil hubungan mereka di aborsi, Amara menolak dan tetap ingin memelihara bayi nya tanpa di dampingi sang kekasih. Amara berjuang ingin menghidupi anak dan diri nya sendiri. Amara menyembunyikan masalah nya sendiri pada keluarga nya. Sadar harus bertanggung jawab atas perbuatan nya sendiri. Sudah cukup berat buat Amara mempunyai dua anak di masa muda. Dan dua anak yang harus di besarkan nya seorang diri. Putus asa karena ekonomi nya sangat miris, Amara terjun ke dunia hitam, ke lembah nista. Dunia di mana Amara menjajakan tubuh nya pada laki-laki yang menyukai surga yang sesaat dan sesat. Amara melakukan nya demi memperpanjang nafas untuk kehidupan kedua anak nya. Meskipun terjerumus dosa, Amara menghidupi kedua anak nya menghalalkan segala cara. Demi anak-anak nya, demi keluarga kecil nya, dan demi diri nya sendiri.

