"Justru semua itu gara-gara lo! Gara-gara mulut lo yang ember itu Althaf jadi benci sama gue. Gara-gara lo, Althaf mau ninggalin gue. Lo sadar nggak sih apa yang udah lo lakuin?!" Adnan semakin menyipitkan matanya dalam. Althaf? gumam Adnan pelan. Belum sempat ia berpikir utuh, seorang perempuan melewatinya dengan cepat dan meneriakkan sebuah nama. "Alya!!" Adnan kembali melihat ke arah bawah dan seketika hampir menjatuhkan kedua bola matanya saat melihat wanita yang ia cintai tengah dikasari oleh wanita lain. "Itu beneran Alya dan Raya, kan?" tanya Adnan memastikan. Matanya terus menyipit ke bawah. Awalnya ia tetap di tempatnya, karena ia pikir seharusnya ia tak lagi ikut campur karena di sisi Alya saat ini sudah ada Raya. Tapi itu semua runtuh begitu ia melihat Raya yang tersungkur
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


