Baikan

3524 Kata

Alya memandang langit pagi ini yang tampak begitu cerah. Ia berdiri di balkon kamarnya. Beberapa kali ujung kerudungnya berkibar karena terpaan lembut sang angin. Pegangan tangannya di pagar balkonnya mengerat. Deru napas gemuruh keluar masuk dari lubang hidungnya. Bergemelut dengan pikirannya sejak tadi. Dini hari tadi, ia langsung keluar dari kamarnya meninggalkan Althaf saat pembicaraan mereka mulai menjurus pada Alya Callista.  Alya mulai menginteropeksi dirinya sendiri. Ia mengingat kembali pesan dari ayahnya. Ia kembali dituntut untuk mengolah emosinya dari sudut pandang yang lain. Satu yang paling membuat hati Alya merasa tak karuan adalah saat ia mengetahui kemungkinan bahwa bisa jadi ia telah salah selama ini. Bahwa ia salah berprasangka kepada suaminya. Bahwa ia juga dengan tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN