Althaf turun dari mobilnya dengan senyum merekah. Di tangannya sudah ada tentengan yang berisikan handphone baru untuk Alya. Ia berniat memberikan surprise untuk Alya. Alya pasti akan merasa senang. "Assalamu'alaikum," Althaf membuka lebar pintunya lalu menutupnya kembali dan menguncinya. Ia mengedarkan pandangannya, tapi sepi. Mungkin Alya sudah di kamar, pikir Althaf. Althaf melangkah menuju kamarnya, namun saat ia sudah mau menarik gagang pintunya Bi Sum berlari dengan tergopoh-gopoh menghampirinya. "Bapak," panggil Bi Sum dengan suara berbisik. Bi Sum berdiri dengan jarak sekitar 1 meter dari posisi Althaf. Althaf akhirnya berhenti di posisinya. Ia menatap Bi Sum dengan kening berkerut. Kenapa juga harus memanggil dengan suara berbisik? "Iya Bi, ada apa?" "Pak, sini... " Kening Al

